Gereja Annai Valengkanni

 

Berwisata Rohanilah Ke Graha Bunda Maria Annaivelangkanni

1293318420451694126

Anda Pencinta Bunda Maria ? Jika yah, maka Anda harus datang ke Tempat ini, jika tidak, yah sekedar untuk berjalan-jalan dan melihat keindahannya juga boleh. 

Graham Annai Maria Velangkanni bagi warga Sumatera Utara bukanlah nama baru lagi, namun bagi rekan-rekan Kompasioner yang belum pernah mendengarnya disini akan saya ceritakan semua tentang keajaiban tempat Suci ini yang telah diresmikan sebagai Wisata Rohani dan hasil karya terbaik Pater James Bharataputra, SJ seorang Pastor Ordo Yesuit yang mengabdikan dirinya untuk Gereja dan Tanah Air Indonesia. Gereja yang bentuknya seperti Kuil India ini merupakan yang pertama di Indonesia dan yang ke-2 di dunia setelah di Gereja Vailangkanni India.

 

Graha Annai Velangkanni ini terletak di Taman Sakura Indah, Jl. Sakura III No. 10, Tanjung Selamat – Medan. Graha ini digagas oleh Pastor James Bharata Putra, SJ. Dengan tujuan sebagai tempat wisata Iman bagi Umat Katolik. Tempat ini dibangun mulai dari tahun 2001 dan selesai pada tahun 2005. Berbagai suka dan duka dilalui saat membangun tempat yang luasnya diperkirakan hampir 4.000 M2 dan berdiri diatas tanah seluas 7.500 meter persegi. Segi biaya juga tidak tanggung-tanggung, Graha ini dibangun dengan biaya mencapai Rp. 4 Milyar Rupiah. Wisatawan local, dari India, Singapura dan Malaysa merupakan pengunjung tempat ini dan soal biaya pembangunan Graha ini adalah 60 persen dananya berasal dari dalam negeri, 30 persen dari Singapura, selebihnya dari Malaysia, Dubai, dan lain-lain.

Mungkin bagi Anda masih kurang jelas lokasi tempat Graha Annai Velangkanni ini. Dari alamat diatas, terletak di daerah Medan barat daya, tepatnya di Kecamatan Tuntungan, Kelurahan Tanjung Selamat, di Jalan Sakura III, dekat Perumahan Taman Sakura Indah. Seperti saya katakan diatas bahwa cukup banyak kendaraan menuju lokasi Graha ini, namun jika Anda bukanlah warga Medan, hendaklah Anda menggunakan jasa Taksi untuk menuju lokasi ini, karena jalannya lumayan jauh dari pusat kota, merupakan daerah pinggiran dan jalannya relatif sepi, ini dapat kita ketahui karena sejarah Pembangunan Graha Velangkanni ini adalah atas inisiatif warga keturunan India tamil yang datang ke Sumatera dan bekerja di perkebunan tembakau lebih dari sat setengah abad yang lalu yang memiliki obsesi untuk berdevosi kepada Bunda Maria Annai Velangkanni di Chennai, kawasan Teluk Benggala di bagian India Selatan Provinsi Tamilnadu. Sehingga tanah mereka yang dulunya akan dibangun perumahan, direlakan untuk dibangun kawasan Wisata Rohani Annai Velangkanni yang diberi gelar “Bunda Penyembuh”. Meskipun jalur jalan 2 arah terpisah yang membelah jalan TB Simatupang cukup lebar. Dari jalan ini cari Papan Bilboard besar dipinggir jalan yang menunjukkan lokasi Graha Annai Velangkanni. Dari jalan raya tersebut hanya sekitar 150 meter masuk kedalam gang yang tidak begitu besar. Begitu sampai di pintu gerbangnya, maka Anda akan terpesona dengan bangunan yang kaya akan inkulturasi budaya. Kata-kata “fantastis” pasti akan keluar begitu kita berhadapan dengan gapura yang dihiasi oleh miniatur rumah ada Batak Toba-Karo diatasnya serta relief-relief berbagai suku bangsa dengan pakaian adatnya. Yang artinya, Siapapun boleh datang ketempat ini, tidak membeda-bedakan Agama, Suku, Warna Kulit dan Kepercayaan. Anda akan terkesima oleh arsitektur bangunannya yang bergaya Indo-Mogul, mirip dengan Kuil Hindu begitu Anda melangkah masuk ke dalam Pintu Gerbang. Bangunan yang menjalin berbagai keunikan dan keindahan, seribu satu emosi dan fantasi muncul dari naluri kemanusiaan yang paling dalam.

Mudah dirasakan, enak dinikmati, tetapi sulit diformulasikan, sulit diungkapkan dengan kata-kata, itulah muzizat yang terjadi terhap bangunan Annai Velangkanni ini. Ketika masuk kedalam maka akan sangat terasa muncul getaran tempat suci yang menyadarkan kita bahwa betapa kecilnya kita dan tidak berartinya kita dihadapan Tuhan Allah sang Pencipta Alam Semesta. Memang dalam buku panduan Graha Maria Annai Velangkanni ditulis: “Memang, penggagas bangunan Graha ini mau menyatakan secara simbolis bahwa disinilah surge dan bumi bertemu, dan disinilah Allah ingin bertemu dengan bangsa manusia mahluk ciptaan-Nya yang paling tinggi kodratnya.” Gereja di lantai atas dilengkapi dengan balkon dan tujuh tingkat menara dengan tiga kubah, menyimbolkan langit ketujuh, yaitu Surga, tempat Allah Tri Tunggal Maha Kudus bertahta. Sedangkan jalan layang yang menyerupai Tangan yang merangkul yang dindingnya berukir rangkaian kejadian awal penciptaan langit dan bumi, baca selengkapnya di  http://agama.kompasiana.com/2010/12/25/perayaan-natal-awal-penciptaan-sampai-masa-advent/  serta bagian paling bawah tempat pertemuan (aula) yang digambarkan sebagai Bumi tempat kita berpijak. Diantara dua tangan tersebut (ditengah-tengah) ada air mancur sebagai tempat kita melempar koin keberutungan sembari memanjatkan puju syukur serta permohonan.

Disamping gedung utama, terletak sebuah bangunan yang kecil, tepatnya sebuah rumah atau kuil yang letaknya berdampingan dengan rumah Pastor James Bharata Putra, SJ. Tempat ini dinamakan Kapel Maria, tempat kita berdoa kepada Bunda Maria yang disebut sebagai Bunda Penyembuh orang sakit (Our Lady of Good Health), dimana kita masuk ke dalam, Berdoa dan Berdevosi kepada Bunda Maria. Oleh karena itu bagi Anda yang memang benar-benar mencintai Ibunda Yesus ini yang rela mengandung dari Roh Kudus dan yang berkata dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah: “Aku ini hamba Tuhan, Jadilah padaku menurut Perkataan-MU.” Adalah pasti menemukan sesuatu yang beda, getaran keajaiban dan getaran Muzizat itu akan terasa di Kapel sederhana ini, dimana kita akan merasakan memang benar-benar bersatu dan bertemu dengan Bunda Maria. Ruangan kecil yang selalu dipenuhi oleh bunga-bunga dari peziarah yang membawa bunga dan berdoa Rosario ditempat tersebut. Memang muzizat itu nyata, karena saat proses pembangunan Graha Annai Velangkanni ini, terjadi sebuah muzizat, dimana muncul mata air dari bawah telapak kaki Patung Bunda Maria yang ditempatkan di Kapel tersebut, yang oleh peneliti dari Pemeriksaan Laboratorium PAM Tirtanadi Medan, air tersebut tidak terkontaminasi dan layak diminum tanpa harus dimasak. Bahkan oleh peziarah yang datang ketempat tersebut diyakini dapat menyembuhkan penyakit dan tidak lengkap rasanya jika tidak membawa air suci tersebut jika ingin pulang dari Graha Annai Velangkanni. Air Suci itulah salah satu oleh-oleh yang akan mengingat betapa Mulianya Tuhan Allah di Graha Annai Velangkanni ini.

Di depan kapel Bunda Maria, terdapat monumen bernama Taman Mini “St. Papa Giovani Paolo II” sebuah taman mini yang diperuntukkan untuk mengenang Paus Yohannes Paulus II (orang yang saya kagumi setelah Yesus, Bunda Maria dan Yoseph). Paus yang wafat pada tahun 2005 yang lalu saat berumur 78 tahun. Dalam taman mini itu diisi tentang lukisan-lukisan saat Paus Yohannes Paulus II datang ke Sumatera Utara ditahun 1990-an dulu. Disamping Taman mini tersebut terletak Susteran dan juga Koperasi yang menjual pernak-pernik, Alkitab dan Rosario.

Kembali ke Graha Utama, yaitu dilantai II, saat kita menaiki tangga yang berupa jalan layang, itu adalah gambaran Lengan Bunda Maria yang merangkul seluruh Umat Manusia di Dunia, jalan yang seperti merangkul ini akan membawa kita ke lantai II yaitu Gereja. Di saat kita melewati jalan melingkar, dipasang lampu sebanyak 40 lampu penerang dan manik-manik Rosario yang mengelilingi Graha Annai Velangkanni. Fungsi dari angka 40 itu melambangkan 40 tahun lamanya umat Israel (umat Allah) di padang gurun berjuang untuk memperoleh negeri yang dijanjikan oleh Allah kepada nenek moyang mereka. Sebelum mencapai Gereja maka kita akan menemukan relief Burung Annam, yang melambangkan bahwa “Allah mengharapkan umat-Nya jangan menelan semua yang ditawarkan oleh dunia karena banyak kepalsuan dan kebohongan. Sehingga memang benar bahwa semua ornament ataupun lukisan yang ditampilkan dalam Graha ini memiliki arti tersendiri.

Setelah masuk ke Gereja, maka kita akan disuguhkan oleh tulisan yang sangat indah: “Datanglah pada-KU hai semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan bagimu.” (Matius 11:28) ini sebagai ajakan bagi umat yang datang mencari Tuhan. Di jendela-jendela Gereja kita juga bisa menikmati sebanyak 20 lukisan gambar berbentuk stainglass yang menceritakan lambing-lambang permenungan selama Doa Rosario serta cerita tentang Kisah Sengsara Yesus Kritus sebelum disalibkan dan wafat di Kayu Salib serta bangkit di hari yang ke-3 dari antara orang mati.

Tiang penyangga Gereja ada sebanyak 12 buah yang melambangkan 12 suku bangsa Israel dan juga 12 orang Rasul murid Yesus. Pada langit-langit Gereja terukir gambar 6 Sakramen, yaitu: Permandian, Krisma, Pengampunan Dosa, Perkawinan, Imamat dan Pengurapan Orang Sakit, sedangkan Sakramen Ekaristi yang merupakan sumber, pusat dan puncak semua Sakramen ditempatkan di pusat Gereja, yaitu “Altar”.

Bangunan ini terdiri dari 7 tingkat ke atas, dimana dua tingkat ketas berupa menara, dan yang paling atas adalah Allah Bapa, dan kiri-kananya merupakan Allah Putera dan Allah Roh Kudus. Seperti yang saya katakan setiap gambar memiliki makna religius. Apalagi malam hari, bangunan Graha ini sangat indah, megah dan memiliki nilai seni artistic yang sangat tinggi menjulang ke angkasa ditengah-tengah hunian masyarakat. So, To See is To Believe, Lihatlah Sendiri untuk Percaya….!!!!

 

 Sumber : http://lomba.kompasiana.com/my-holiday/2010/12/26/berwisata-rohanilah-ke-graha-maria-annaivelangkanni-328616.html

 

 

Liburan Hemat Medan - Lake Toba
Pilihan Bahasa
KUNJUNGAN KE WEB INI